Skip to main content

Hukum Menggosok Gigi Sewaktu Berpuasa

Ini saya dapat dari Pesantren Virtual (pesantrenvirtual.com)
Dalam sebuah hadist sahih Rasulullah
bersabda:
"Aroma mulut orang yang puasa, lebih
harum di sisi Allah dibandingkan dengan
aroma minyak misik" (Muslim, Tirmidzi).
Berdasakan hadist tersebut, ulama Syafi'i,
Maliki dan Hanafi mengatakan ber-siwak,
termasuk juga gosok gigi, karena keduanya
mempunyai tujuan yang sama yaitu
membersihkan mulut, hukumnya makruh
setelah masuk waktu dhuhur hingga maghrib.
Sedangkan melakukannya pada waktu pagi hingga siang tetap disunnahkan.
Alasannya, karena umumnya seorang yang puasa, aroma mulutnya yang kurang sedap
muncul setelah waktu siang.
Berhubung aroma tersebut di sisi Allah
mempunyai keutamaan, maka makruh
menghilangkannya dengan bersiwak atau
gosok gigi.
Berdasarkan pendapat ini sebaiknya
melakukan gosok gigi pada pagi hari sebelum
memasuki waktu dhuhur .
Makruh adalah bila ditinggalkan mendapatkan
pahala, namun bila dilakukan tidak mendapat dosa.
Ketika menggosok gigi sebaiknya tidak
berlebih- lebihan, khususnya dalam berkumur karena ini hukumnya makruh, cukup dilakukan sewajarnya saja, sebab dikhawatirkan ada air yang tanpa kontrol
masuk ke dalam perut hingga membatalkan
puasa.
Rasulllah mengajari : "Kuatkan berkumur
(ketika wudlu) kecuali bila kalian sedang
puasa".
Demikian juga, sebaiknya tidak menggunakan pasta gigi atau odol, karena memasukkan
sesuatu yang mempunyai rasa ke dalam mulut saat berpuasa hukumnya juga makruh.
Namun Ulama Hanbali mengatakan tidak apa-
apa melakukan siwak/ gosok gigi dalam
keadaan puasa,
seperti riwayat Amir bin Rabi'ah " Aku melihat Rasulullah s.a.w. melakukan siwak tak terhitung, padahal beliau puasa".
Jadi kesimpulannya adalah menurut sebagian besar ulama' berpendapat bahwa Hukum Gosok Gigi saat Puasa adalah sunnah
sebelum masuk waktu dhuhur dan tidak
memakai pasta gigi atau odol serta makruh
jika sudah memasuki waktu dhuhur.
Sekian dan terima kasih, mohon maaf jika ada salah kata.
Wassalamu'alaikum wr wb.

Comments

Popular posts from this blog

Asal Usul nama SYARIF Dan SYARIFAH

Syarif adalah gelar kehormatan yang diberikan kepada orang-orang yang merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW melalui cucu beliau, Hasan bin Ali dan Husain bin Ali, yang merupakan anak dari anak perempuan Nabi Muhammad SAW, Fatimah az-Zahra dan menantunya Ali bin Abi Thalib. Keturunan wanita mendapatkan gelar berupa Sayyidah, Alawiyah, Syarifah atau Sharifah. Beberapa kalangan muslim juga menggunakan gelar sayyid untuk orang-orang yang masih keturunan Abu Thalib, paman Nabi Muhammad, yaitu Abbas, serta Ja'far, Aqil dan Thalib. Gelar ini tidak sama dengan nama yang lebih populer seperti "Sa'íd" atau "Said", yang berasal dari bahasa Arab, yang berarti bahagia. kata lain yang sering disalahpahami sebagai sayyid adalah syahid, istilah dalam bahasa Arab untuk seorang martir. Kata ini (sayyid) secara harfiah berarti Tuan, kata dalam bahasa Inggris yang artinya paling mendekati adalah Sir atau Lord. Dalam dunia Arab sendiri. Kata ini sering ditukar dengan "Pak.…

Niat Mandi Wajib Dan Tata Caranya

Niat mandi besar atau mandi jinabat itu seperti niat niat dalam ibadah yang lain, yaitu di dalam hati, adapun kalimat dan arti Doa Niat Mandi Wajib niatnya adalah sebagai berikut yang di kelompkan dalam tiga bahagian AN :
1. Jika mandi besar disebabkan junub Mimpi basah, keluar mani, senggama maka niat mandi besarnya adalah...
BISMILLAHI NAWAITUL GHUSLA LIRAF'IL HADATSIL AKBARI FARDHAN LILLAAHI TA'AALAA.  Artiya: Dengan menyebuama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta’ala
2. Jika mandi besarnya disebabkan karena haid maka niat mandi besarnya adalah...

BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAL HAIDI FARDLON LILLAHI TA’ALA Artinya Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari haidl, fardlu karena Allah Ta’ala

3. Jika mandi besarnya disebabab karena nifas, maka niyat mandi besarnya adalah...

BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITU GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAN NIFASI FARDLO…

Cara Root di Xiaomi Redmi 2

Proses Root pada Xiaomi Redmi 2 sangatlah mudah, bahkan bisa dilakukan tanpa menggunakan Computer (PC) layaknya proses rooting ponsel android lain. Cukup dengan dua file ZIP yg harus didownload kemudian Install pada ponsel menggunakan aplikasi UPDATER bawaan yg sudah ada di ponsel anda tersebut.
Proses Root ini sangat penting jika ingin menggunakan Custom Recovery semacam TWRP ataupun PhilzTouch Recovery yg berbasis CWM. Proses Rooting pada ponsel merupakan gerbang pembuka untuk mengekspolrasi lebih jauh ponsel andorid termasuk pada Xiaomi Redmi 2, semisal jika kita ingin menginstall ROM CyagnogenMod11 yg dipercaya merupakan ROM sangat ringan, gegas , jauh dari aplikasi bloatware MIUI dan mempunyai performa diatas rata-rata ponsel dengan ROM bawaan.
Cara Root di Xiaomi Redmi 2
Proses Root pada Redmi 2 tidaklah sulit, bahkan bisa dikatakan proses root ini bisa dilakukan pada semua versi MIUI ROM Redmi 2. Dalam kesempatan ini , penulis menggunakan MIUI ROM Redmi 2 terbaru di versi 6.6.7.0 …